Vega mengerjap tak percaya. Dia melepas kacamata hitamnya lalu menelan ludahnya kelu. Seperti mimpi rasanya dia berada di tempat itu saat ini. Gadis itu menoleh ke belakang, dan mendapati suaminya sedang senyum-senyum memandangnya. Dengan batin penuh tanya, dia menghampiri suaminya yang terlihat tampan dengan kemeja putih dan topi juga kacamata hitamnya. Pria itu melebarkan lengannya, memberi isyarat agar Vega memeluknya. Namun Vega hanya mengerutkan dahinya, menatapnya bingung. “Ini... kita dimana sih?” tanyanya. “Di sawah,” balas Lian santai. Sontak Vega berdecak kesal. “Aku tau ini sawah. Siapa bilang kita lagi di gunung!” serunya. “Tapi kita ini dimana? Kan kata kamu kita mau ke tempat honeymoon. Kenapa malah nyasar kesini?” lanjutnya santai. Lian tersenyum tipis. Dia menghampi

