"Antar pulang, memang siapa yang suruh antar selain kamu." "Lo, Diana ke sini sama siapa? Dia pasti bisa pulang sendirilah!" Kutambahkan di hati 'ngojekkah atau minta jemput temannya'kah? Terserah dia, intinya tak denganku.' Maaf Diana aku tak peduli bagaimana tak enaknya pasti mendengar ucapanku barusan, tetapi aku lebih peduli perasaan istriku. Andai ia mendengar suaminya suruh mengantar wanita lain terlebih masa lalu yang pernah singgah di hati pasti dia kecewa. Apalagi yang menyuruh adalah mertuanya sendiri. "Raga, masak ngomongnya begitu!" Ibu menatap tajam padaku. "Maaf ya Diana." Pandangannya berubah lembut ketika beralih pada Diana. "Gak apa-apa, Bu." ucap Diana pelan. "Maaf Raga tadi aku sama temanku kebetulan lewat sekitar sini. Aku pikir sekalian bawa kue buat Ibu. Eh di p

