Suara gaduh tawa Sonia dan teman gadis satu kelas Alvin, adalah kali pertama yang meyapa indera pendengaran cowok tersebut, ketika kedua kakinya menginjak di ruang kelas dua belas. Sekilas cowok itu tampak menatap Sonia, yang saat itu tengah duduk diatas mejanya. Cowok itu memutar kedua bola matanya malas. Selain itu, juga rasanya sangat malas untuk berurusan dengan gadis tersebut. Alvin memilih mencari bangku yang lain saja untuk ditempati. “Minggir.” Usir cowok tersebut, pada teman satu kelasnya yang terkenal pendiam juga penurut. Cowok berkaca mata tebal itu seketika berdiri dari posisi duduk manisnya. Menatap bangku yang masih ditempati oleh Sonia dengan sorot mata ketakutan. Cowok berkaca mata tebal itu meneguk ludahnya sendiri. Melihat Sonia terasa seperti melihat singa betina yang

