Ayla dan masa lalu Sinta

1112 Words

"Cih, persetan dengan persahabatan. Sahabat yang baik itu nggak bakalan nusuk temennya dari belakang." Ucap Sonia murka. Kedua bola matanya sudah melotot sempurna, nyaris mau melompat dari tempat asalnya. "Tindakan yang kita lakukan sama Ayla sudah kelewat batas. Apa kamu nggak lihat penderitaan Ayla. Dia kesakitan." lagi Sinta menjelaskan, kedua bola matanya mulai berkaca-kaca. Mengingat seperti apa guncangan dari dalam jiwa Ayla yang tertahan. Yang mengingatkan Sinta pada sosok penyanyang yang kini sudah tak bersamanya lagi. Gadis itu tidak pernah menyangka, akan kehilangan sosok welas asih secepat itu. Sosok ibu kandung yang telah melahirkannya kedunia. Sosok tangguh yang menjadi penyemangat setiap langkahnya. Sosok yang selalu memeluknya dalam suka maupun duka. Sinta ingat betul, s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD