Zevho sedang berjuang untuk bertahan hidup dengan mulai meramal secara gratis. Sedang di tempat yang berbeda, putranya juga punya cara sendiri untuk bisa tetap menginjak bumi. Sendirian di dalam bilik hukuman buat Karan berpikir lebih hati-hati sekarang. Teman barunya itu masih setia ada bersamanya. Sayangnya, mereka tidak bisa saling interaksi karena sosok itu hanya diam saja. “Apa kita bisa kenalan? Aku ingin tahu siapa namamu dan mengapa kamu bisa ada di sini?” tanya Karan sudah sejak satu jam yang lalu tetapi tidak ada balasan dari sosok pendiam tersebut. Tapi, ia sebenarnya paham dengan apa yang Karan katakan karena ia tunjukkan perubahan ekspresi dan anggukan kepala. Hanya saja tidak begitu jelas karena cahaya temaram dalam kamar yang mereka tempati. Karan mengira-ngira kalau m

