Pengakuan Mira

1076 Words

Aku tersenyum dan mengangguk pada Mira yang berdiri sambil memilin jemarinya. Heran juga aku dibuatnya. Kenapa juga dia seperti itu? Memangnya aku seperti akan menggigitnya, sehingga dia sepertinya takut padaku. “Ayo, kita ke kamarku sekarang!” ajakku yang dia angguki. “Kamu sendirian saja kemari?” Aku melihat ke sekitar, tak ada satu orang pun yang datang bersama Mira. “Iya, Mbak. Aku memang sengaja datang kemari. Aku ijin nggak masuk ke kantor karena memang ada perlu sama Mbak Amanda,” sahutnya dengan senyuman canggung yang terbit dari bibirnya. Ternyata Mira seorang wanita karir. Oke lah kalau begitu. Setidaknya memang dia menang banyak di mata orang tua Ridwan, dibandingkan dengan Siska. Sepertinya orang tua Ridwan sudah mantap memilih Mira. Seorang wanita muda yang cantik, masih g

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD