Adik Pasya

1069 Words

Aku tersadar dan mendapati berada di dalam ruangan yang serba putih. Aku juga menghidu aroma obat-obatan. Aku mengerjapkan mata, sekedar memastikan apakah ini nyata ataukah ada di alam mimpi? Tanpa sadar tanganku bergerak ke samping. Tiba-tiba tanganku menyentuh sesuatu yang kokoh. Aku menoleh ke arah benda itu, yang ternyata adalah lengan kekar Mas Haikal. Ternyata aku sedang tak bermimpi. Aku melihat suamiku yang tengah merebahkan kepalanya di tepi ranjang perawatan, dengan lengannya dia gunakan sebagai bantal. Suamiku tertidur rupanya. “Mas,” panggilku dengan suara pelan. Mas Haikal tak mendengarku. Dia tertidur pulas. Pasti lelah setelah menunggui aku yang tak sadarkan diri, entah sudah berapa lama. Aku lalu meraba perutku yang sudah tak membuncit lagi. Ah, anakku sudah lahir rupan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD