“Aku penasaran, apakah orang-orang di desa Mekar nanti akan mengenali kita atau tidak?” Tanya Clara. “Tentu saja mereka akan mengenalinya! Mereka pasti akan mengingat, kalau pernah ada orang kota yang berhasil mereka nikahkan paksa.” Wajah Tabah menjadi dingin. Tampaknya semakin mendekati desa Mekar, kemarahan Tabah semakin besar. Hal itu bisa jadi, karena apa yang dilakukan oleh orang-orang di desa tersebut melukai harga diri Tabah yang besar. Seorang pelayan datang menghampiri meja mereka dengan membawakan pesanan Clara. Clara pun menunggu makanan yang dipesan Tabah datang barulah ia menyantap makanannya. “Makan saja, duluan! Aku makannya cepat berbeda denganmu!” Perintah Tabah. Clara pun mulai menyantap makanannya, tetapi sampai makanan di piringnya habis, pesanan Tabah belum juga

