Ya Tuhan, ternyata aku bicara seorang diri," keluh Rachel mengerutkan dahinya. Ia mulai beranjak dan menghentikan langkah kakinya tepat di depan kedua kaki yang terbujur di tempat tidur. Dengan senyum manis, jari jemari tangannya mulai melepas sepatu yang masih menempel di kaki atasannya itu. "Selamat istirahat, Pak. Meskipun anda begitu jutek, tapi saya sangat berterimakasih kepada anda. Karena anda, saya mendapatkan tempat untuk berteduh dan karena anda juga saya terlindungi dari orang suruhan papa. Thanks you," ujar Rachel tersenyum tipis pergi meninggalkan kamar tersebut. Di tempat yang berbeda, Darwin termenung seorang diri seraya memandang ombak yang bergulung-gulung menghampiri dirinya. Sesaat, pikirannya tertuju dengan kenangan-kenangan manis yang pernah ada dalam kehidupannya

