Chapter 109

758 Words

Itu memang bukan hanya godaan Bastian semata. Tepat pukul dua lewat ibunya Sofia muncul dengan sang dokter di apartemen mereka dan Risya lah yang membuka pintu. Sofia sedikitpun tidak peduli dengan kehadiran Risya disana. Dia membawa seorang dokter wanita yang sangat cantik ke apartemen mereka. "Namaku Briana, sebelumnya aku bekerja di Mayo clinic bidang neurologi."wanita cantik itu memperkenalkan diri. Risya hanya mengangguk. "Dimana Bastian?" Tanya Sofia tanpa basa basi. "Dikamar." Jawab Risya singkat sambil berlalu ke dapur, sama sekali tidak mengindahkan kehadiran kedua orang itu. Dia bukan lagi gadis lugu seperti enam tahun lalu yang bisa dengan mudah ditindas siapapun. Serangkaian kejadian hampir dua tahun ini telah membuatnya lebih dewasa dan kokoh dari sebelumnya. Terlebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD