Chapter 98

925 Words

Bastian merasakan ubun-ubunnya berasap. Kedua sepupu ini sejak kapan bahu membahu menindasnya. "Kamu harus sabar. Meskipun dia sakit, tapi dia cukup tampan." Lanjut Noya sambil menepuk punggung Risya lembut. Dad4 Bastian kembang kempis. Zen meliriknya sedikit, sudut mulutnya melengkung diam-diam. Sejak pengumuman memalukan itu, dia diam-diam bersimpati pada Bastian. "Noya, apa kamu sudah selesai?" Geram Bastian dengan suara teredam. Noya melompat kaget, dia lupa kedua sepupu lelaki ini berjalan di belakang mereka. Sebenarnya sejak terungkapnya kasus Laura, beberapa sepupu perempuan seperti Noya kembali ke sikap awal tentu saja kecuali Mikha. Bagaimanapun darah lebih kental dari air. "Aku baru saja akan mengatakan pesan terakhir padanya." Jawab Noya tanpa malu-malu lalu berbisik hing

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD