Chapter 105

1048 Words

Malam itu setelah selesai makan malam, mereka duduk di balkon sambil menikmati pemandangan kota Saint Angela yang benar-benar hidup. "Besok ada jamuan makan di keluarga Luke." Ujar Bastian memecah keheningan. Risya yang menggunakan gaun tidur sutra putih berbaring seperti kucing dipelukan Bastian. Kursi malas yang mereka gunakan sedikit berderit ketika dia bergerak. "Pesta?" "Itu hanya sekedar jamuan makan untuk meredam rumor. Kau tahu Zen memilih bertahan meski telah melihat Nadine tidur dengan Kenzo malam itu." Jelasnya sambil membelai Rambut coklat Risya yang berserakan di lengannya. "Benarkah?" Risya tertegun sejenak. Dia tidak menyangka Zen akan memilih jalan tidak masuk akal itu. "Kurasa kedua tetua telah melakukan pembicaraan dan mereka sama-sama mendapat manfaat dari situasi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD