Part 122

1006 Words

Karena itu adalah pesta tidak formal, Bastian secara khusus memesan beberapa set gaun malam buatan perancang terkenal di pasific utara, Lordes. Gaun-gaun karya tangan emas Lordes memiliki desain konservatif yang memukau. Namun dia tetap memilih yang berwarna biru gelap dengan belahan d**a rendah. Sore itu Risya di dorong masuk ke kamar ganti dan mencoba gaun itu dengan perasaan sedikit tidak nyaman. "Bastil, ini terlalu terbuka. Bisakah aku memakai gaun yang satunya?" Ia keluar dengan riasan dan melihat Bastian sedang duduk menunggunya di sofa ruang ganti. Bastian sedang memeriksa beberapa pesan di ponsel, dia menengadah dan melihat makhluk seperti peri yang tersesat dihadapannya. Tatapannya sedikit linglung dan dia terdiam cukup lama. Belahan d**a itu sangat rendah hingga dua buah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD