Chapter 90

1087 Words

"Bukankah kamu sudah tahu tentang kabar itu? Mengapa masih bertanya lagi?" jawab Bastian sambil mengalihkan pandangannya dari surat kabar. Dia menatap Risa yang masih terbaring di dadanya. Mendengar pengakuan Bastian yang sederhana, Risya benar-benar marah dan ingin bangkit. Namun pinggangnya ditahan oleh tangan besar Bastian. "Kamu mau ke mana? Apakah kamu marah?" Bastian melihat wajah gadis dipelukannya berubah cemberut. Sudut mulutnya melengkung sedikit. "Kamu akan menikah nanti malam, tapi kamu sekarang masih tidur diranjang samvil memeluk wanita lain. Apakah kamu tidak tahu malu?" Risya menjawab dengan marah. Dia melotot pada Bastian dengan ekspresi tidak senang dan berusaha melepaskan diri. Melihat gadis itu berjuang menjauhkan diri darinya Bastian memeluknya semakin erat. Memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD