Chapter 112

1016 Words

Pagi hari ketika Bastian membuka ponselnya, ada lebih dari sepuluh panggilan tak terjawab dan itu dari ibunya, Sofia. Karena tidak berhasil menghubungi Bastian, dia mengirim pesan bahwa Ayahnya kecelakaan tadi malam dan saat ini sedang di unit gawat darurat di rumah sakit. Bastian srgera bangkit. Meski dia sedikit jengkel pada kedua orang tuanya, tapi tidak sampai memutuskan hubungan darah sama sekali. Jadi ketika dia mendengar Ayahnya kecelakaan, itu sebenarnya sesuai dugaannya. Dia mrngemudi mobil dalam keadaan mabuk dan marah tadi malam. Merasakan gerakan disisi lain tempat tidur, Risya membuka mata dengan lelah. Mereka baru tidur sekitar empat jam. Namun melihat wajah tegang Bastian, dia segera mendongak di balik selimut. "Bastil, apakah ada sesuatu yang mendesak?" Bastian kel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD