Ternyata, Ridwan dan Dewa memiliki kesamaan lain. keduanya, sama-sama paling tidak ingin mendapatkan bantahan. Apa yang mereka mau, harus terwujud. Apa yang mereka perintahkan, harus dituruti. Jika tidak, keduanya akan terus mencari cara agar keinginannya itu tercapai. Dari hal ini, Fitri sadar. Bahwa pandai bernegosiasi dalam hal pekerjaan, membuat kedua laki-laki berbeda usia itu pandai sekali dalam menaklukan lawan bicaranya. Dan keinginannya cepat terealisasikan lewat kepandaiannya itu. Membuat Fitri yang tak berpengalaman, yang tak handal dalam masalah bernegosiasi harus sibuk memutar otak agar ia yang menang. “Fit, selesai sarapan langsung siap-siap, ya!” ucap Ridwan, sebelum kembali memulai kegiatan sarapannya yang sempat terhenti tadi. “Om nggak lebih baik berangkat ke kantor aj

