Part 75

1828 Words

“Ya udah, aku mau. Karena terpaksa, ya. Inget itu!” ucap Fitri dengan raut wajah cemberutnya yang sangat terlihat jelas. Cukup jelas, sampai-sampai membuat Rendi dan Mas-Mas kru tak jauh dari tempat berdirinya tadi terkekeh pelan melihat tingkah laku Fitri yang sangat menggemaskan itu. “Eh-eh, lo kok malah duduk di situ?” tanya Rendi heran saat dilihatnya Fitri membuka pintu mobil penumpang bagian belakang, kemudian mendudukkan dirinya di sana. Dengan kening yang mengernyit dalam, dan sebelah alis yang terangkat ke atas, Fitri berkata dengan nada herannya. “Terus kalau bukan di sini aku harus duduk di mana? Di bagasi mobil kamu? Katanya tadi mau nganterin pulang, gimana sih!” “Ya iya gue mau nganterin lo pulang. Tapi ya nggak gini juga kali, emangnya gue supir pribadi lo? Sini pindah ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD