Tak sampai lima belas menit, Fitri sudah menghampiri Dewa di ruang tengah. Persiapannya cukup cepat. Ia hanya mengganti pakaiannya dengan kemeja dan celana kulot, kemudian menyapukan make up tipis, serta lipbalm di wajahnya. Riasannya terlihat sangat natural. “Yuk berangkat. Aku sudah siap,” ucap Fitri, saat melihat Dewa masih asyik dengan ponselnya, di saat ia sudah berdiri di hadapannya. Dewa yang memang sedang duduk manis di sofa ruang tengah itu, mendongakan wajahnya saat mendengar suara Fitri. Ia melihat penampilan Fitri dari atas sampai bawah. “Cantik,” gumam Dewa tanpa sadar, yang terpesona melihat penampilan Fitri saat ini. Meski penampilannya terlihat sederhana dengan riasan wajah yang tampak natural, tapi entah kenapa semua itu berhasil membuat seorang Dewa terpesona melihatny

