Part 33

1695 Words

Suasana yang sempat mencair beberapa saat lalu, mendadak hening dan keduanya kembali canggung, saat komentar pujian keluar tanpa sadar dari mulut manis Dewa. Dua insan itu saling diam, dengan berbagai macam pikiran yang menari-nari di benak mereka masing-masing. “Dewa, laki-laki yang baru saja berkenalan denganku beberapa menit yang lalu itu baru saja memujiku? Dia benar-benar sedang memujiku atau itu hanyalah semacam rayuan manis atau gombalan seorang laki-laki yang suka tebar pesona saja? Rasanya aneh jika aku mendengar seorang laki-laki memujiku dengan kondisiku yang seperti saat ini. Wajah penuh luka memar, dan badan yang babak belur. Di mana letak cantiknya? Ada-ada saja,” ucap Fitri dalam hati, seraya memalingkan wajahnya yang entah kenapa mendadak terasa panas, dari tatapan Dewa ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD