Part 72

1961 Words

Semua ucapan Ridwan barusan, berhasil membuat Fitri dan Dewa tercengang di tempat duduknya. Bahkan, kedua daun bibir dua insan itu seketika terbuka lebar dalam beberapa detik, saking terkejutnya mereka akan apa yang Ridwan ucapkan. Untung saja tidak ada lalat yang sedang lewat. Karena kalau iya, bisa-bisa lalat itu masuk ke dalam mulut mereka tanpa permisi. “Om, Om ngomong apa sih barusan? Jangan mengada-ngada deh, Om,” bisik Fitri pelan, saat ia sudah kembali sadar dari rasa keterkejutannya. Ridwan tersenyum tipis mendengar bisikan Fitri itu. “Ini kejutan yang Om maksud tadi pagi,” ucapnya, seraya mengedipkan sebelah matanya di hadapan Fitri, yang sontak saja membuat gadis itu mengangkat kedua alisnya ke atas. “kejutan, katanya? Aku memang sangat terkejut, tapi aku tidak yakin kalau kej

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD