“Kakak cantik. Aku mau dong snack kentangnya.” Mendapati seorang anak kecil dengan raut memelas di hadapannya, Fitri cukup terkejut di tempat duduknya. Begitu pun Ridwan yang memang kini sedang duduk di sebelah kanannya. “Iya, kenapa?” “Aku mau snack kentangnya, Kak.” Fitri kira ia salah mendengar tadi. Tapi setelah anak kecil itu mengulang kalimatnya, ternyata apa yang ia dengar tadi tidak salah. Tapi, seorang anak kecil dengan gaya berpakaian yang terbilang cukup mahal, masa sih tidak bisa membeli snack kentang? Tidak mampu? “Adek mau snack kentangnya? Orang tua adek, ke mana?” Ridwan berucap lembut di hadapan anak kecil itu. “Mamih sama Papih lagi ada urusan, Kek. Aku ke sini sama Uncle tadi.” Mendengar itu, Fitri dan Ridwan mengedarkan pandangan mata mereke ke arah sekeliling. M

