“Annyeonghaseyo~” Dan Seojin pun merasa lega saat mendengar suara Haemin yang menjawab telephone itu. Wonhee yang mendnegar suara helaan napas dari Seojin itu menoleh menatap pada Seojin yang kembali meminum colanya dan mengangkat sebelah alisnya, berpura-pura bingung dengan Wonhee yang kini menatapinya. Wonhee pun menggelengkan kepalanya dan kembali fokus pada percakapannya dengan restoran tempat Seojin bekerja dulu, yang tak lain adalah restoran milik Jeonsu. “Oh, Ne... Annyeonghaseyo! Mianhae, aku menelephone berulang kali karena ada sedikit keributan di sini. Apakah restoran ini melayani pesan antar?” Tanya Wonhee pada Haemin yang bekerja sebagai operator saat itu. Seojin tahu, jika dirinya pasti akan memberikan telephone itu pada Haemin pada akhirnya jika memang telephone seperti

