Bab 17

1094 Words

ISTRI RAHASIA CEO 17. ** "Kakak mau makan bubur buatanku?" tanya Ana heran. Wildan menganggukkan kepalanya lemah. Lelaki itu melihat tangannya masih nyaman berada di tangan Ana, segera dia menarik kembali tangannya. Ana pun segera menyilangkan tangannya, merasa tidak nyaman ketika tadi Wildan sempat memegang tangannya. Ana berpikir tak ada salahnya membantu Wildan. Ana merasa kasihan, badannya panas, tadi dia juga memecahkan gelas dan tidak sanggup untuk naik sendiri ke kasurnya serta belum makan pula. Rasa kemanusiaan Ana tiba-tiba hadir. Dia gak tega melihat Wildan. "Baik, Kak, aku akan memasakkan bubur untukmu. Kamu tunggu saja dulu." Ana bergegas ke dapur. Dia pun memaksakan bubur dengan telaten. Ana mengerjakannya. Walau merasa mengantuk, besok juga harus bekerja kembali. Namun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD