Chapter 6 : In The Class

662 Words
[18+] *** "Wanna s*x in the class...?" lirih Clara. "Lagi pula, aku yakin semua orang sudah pulang.." William mengangguk, tanda setuju dan dia juga tersenyum "Tapi jangan lama lama ya..anakku-.." Belum selesai William berbicara Clara langsung memotong dengam mencium lagi bibir William, Clara menghisap bibir William, begitupun dengan William, mereka saling adu paut dengan bibir. Sambil berciuman, tangan kanan Clara mengusap-ngusap p***s William yang sudah tegak hanya dengan beberapa usapan tangan Clara. Sudah lama berciuman, William mencabut ciumannya dan beralih ke leher putih Clara. William mencumbu, menggigit kecil kecil leher Clara, sesekali dia menjilatnya dan muncullah bercak bercak merah di leher Clara. "Nggghh.. William..." desah kecil Clara sambil mengayunkan kedua tangannya ke leher William. Clara mengambil alih dia ber-jongkok lalu dia langsung membuka risleting celana William dan tangannya menyusup ke dalam lalu menarik celana dalam William dan terpampanglah p***s William yang besar dan sudah tegak dari tadi. Clara tanpa aba aba apapun, dia langsung memasukkan p***s William kedalam mulutnya dan memaju-mundurkan p***s William dengan sangat lihai. "Mmhh mmh mmh ... mhh..."desah Clara sambil memaju-mundurkan p***s William. "Ahh ... Clara..." William mendesah kenikmatan dengan apa yang dilakukan Clara. William lalu menarik p***s-nya dari mulut Clara dan menarik Clara, lalu menciumnya kembali. William memutar tubuh dan membiarkan dia membelakangi tubuhnya. William membuka celana sekolah yang dipakai Clara lalu hanya bagian kakinya dan s**********n Clara yang telanjang kemudian, William meludah ke v****a Clara, lalu memasukkan penisnya secara perlahan. "Ngahhha ... pelan pelanh..." ungkap Clara. Dengan perlahan, p***s William memasukki v****a Clara. William mencoba menggerakan pinggulnya secara perlahan, dia memaju-mundurkan pinggulnya. Clara menutup mulutnya dengan tangan kirinya agar tidak mendesah terlalu keras karena kenikmatan yang sedang mereka berdua lakukan, sedangkan tangan kanannya memegang meja guru. "Mmmhhh ... Ahhh ... Mnghhh..." Clara mencoba menutup mulut tetapi tetap saja dia mendesah kenikmatan. Sambil memaju-mundurkan p***s nya di dalam v****a Clara, tangan kanan William memegang kepala Clara, sedangkan tangan kirinya meremas remas p******a milik Clara. William menciumi pinggang Clara dan leher Clara dibuat merah oleh William dengan kissmark yang diberikan olehnya. "Shit... Clara, your so hot..." ungkap William, masih memaju mundurkan penisnya di v****a Clara. William mencoba pindah posisi dibalikan tubuh Clara agar berhadapan dengan William, diletakkan nya tubuh Clara di meja, sehingga William mudah untuk memaju-mundurkan penisnya. "Williammhh... Ah ah ah..." desah Clara. Clara mengayutkan tangannya ke leher William, William mencium bibir Clara, mereka beradu lidah kembali agar Clara tidak mendesah terlalu keras. Sesekali Clara mencubit p****g s**u William dengan tangannya, karena menurut dia itu sangat sexy. Beberapa menit kemudian, Clara merasakan tubuhnya agak menggelinjang, begitupun dengan William, tanda akan klimaks. "Akkh.. ahh.. ahh.. William, I think I will comee.. ngggh." "Same as me. Darling..ahh shitt..." Mereka berdua sangat kenikmatan dengan apa yang mereka lakukan. "Ngh ... ngh ... nghhh ... faster honey! Ahh i am comingghhh" "Akhh.. s**t I am coming too ahh ahh..." desah William. William menyemburkan spermanya di dalam, sehingga itu terasa hangat ditubuh Clara. Mereka berdua peluh dengan keringat, mereka berdua seperti kehilangan nafas dengan apa yang mereka sudah lakukan. "Kiss me..." ucap Clara. William langsung mencium Clara, mereka berdua berciuman sejenak dan melepaskannya. William mencabut penisnya yang masih tertancap di lubang v****a Clara, dan dia pun memakai celananya kembali. Begitupun dengan Clara dia mulai memakai seragamnya kembali. Hingga mereka tak tau, seseorang mengawasi mereka dari tadi dari jendela belakang kelas. ••• "William, aku ikut aja ya menemui anakmu," pinta Clara dengan wajah yang sangat menggemaskan. William tersenyum melihat wajah Clara seperti itu, lalu dia mengangguk. Mereka pulang berdua dengan mengendarai mobil William, sepanjang perjalanan Clara memandangi William dengan penuh senyuman. William juga membalas senyuman hingga mereka sampai menemui anaknya. Anaknya ditemani oleh seorang guru, William keluar dari mobil, dan Clara menunggu di mobil. "Emily!" lambai William dan mendatanginya. "Daddy!" Emily berlari ke arah William dan memeluknya. "Hoho, maaf telat ya Emily tadi Daddy ada urusan maafin yaaa" sambil mencium pipinya. "Bu makasih ya sudah menemani Emily" "Oh tidak apa apa pak, lain kali jangan telat ya," guru perempuan itu tersenyum dan William menggendong Emily dan berjalan ke arah mobil. Sampai di mobil "Oh, Hai Sweetheart!" Clara menyapa sang buah hati William dengan senyuman yang manis hingga Emily tersenyum kepadanya. "Ini kak Clara, Emily." ujar William. Dan obrolan itu berlanjut hingga mereka sampai dirumah mereka masing masing, William mengantarkan Clara kerumahnya, dan lalu William pergi pulang.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD