Rino tak habis pikir dengan jalan pikir bosnya itu yang nyatanya adalah sahabatnya sendiri. Yang tiba-tiba saja bilang ingin menikah minggu depan, bahkan orangtuanya ingin menyiapkan pesta itu putranya. Tapi kenapa bosnya itu menolak usulan orangtuanya yang dan ingin ia sendiri yang menyiapkan acara pesta pernikahannya. Dan ujung-ujungnya melimpahkan semua pekerjaan itu kepadanya yang notabenya hanya seorang sekertaris. Membuat pekerjaannya yang banyak menjadi lebih banyak dan tentunya sangat menumpuk. Jika ditanya kenapa tak membiarkan orangtuanya saja yang mengurus dan ia tinggal beres. Jawabannya adalah saya tak ingin orangtua curiga dengan hubungannya, tak masuk akal memang. "Turus lu mau konsep seperti apa?" Tanya Rino pada Frian yang sedang fokus dengan berkas didepannya. "Te

