Rose masih terus memegangi kepala. Dia merintih kesakitan, merasakan apa yang sebenarnya terjadi saat ini bukan hal yang diinginkan. Berikan semua cerita kepada dua sosok di depan mata, Rose cukup paham bahwa sebenarnya hanya kedua sahabatnya itu yang bisa mengartikan kehidupannya. Dalam cerita yang tidak pernah terpikirkan sedikit saja, Rose berulang kali menarik napas lalu diam sejenak. "Ada apa? Apakah kamu menginginkan sesuatu? Minum, atau lapar?" tanya Liana yang langsung bergegas untuk melangkah ke suatu tempat. Wanita itu ingin mengambil sesuatu atas dasar dugaan yang dipikirkan baru saja. Bergerak beberapa langkah dari sana, sekarang sepertinya Rose mengungkapkan jelas apa yang dia ketahui. Menyangkut soal keberadaan dirinya entah mengapa bisa ada di tempat ini dalam waktu bebera

