Semua sudah saling berkumpul di ruang tamu. Mereka sama-sama saling tatap, dengan ekspresi James kali ini terlihat sangat serius. Terkadang ada ekspresi marah, saat diam-diam dari mereka mengamati lebih dekat. Sangat paham betul dengan sikap dan perilaku James yang tidak terlihat seperti biasa, di sini Edward lebih paham soal itu. “Ada apa ini? Bagaimana mungkin kamu diam saja, dengan ekspresi marah?!” tanya laki-laki itu dengan entakkan kata-kata dan tatapan mata lebih tajam. Sejurus tersenyum miring, James menggeleng. Itu artinya ada yang tengah dia sembunyikan, tetapi lebih ditahan untuk menyamarkan semua ini, termasuk permasalahan tersebut. “Apakah akan kita lanjut pembicaraan ini?” James tiba-tiba bertanya seperti itu, seakan sebelumnya sudah ada yang mengatakan kepadanya tentang pe

