43

2090 Words

Rose berdiam diri di tempat. Dia duduk termenung di meja makan, menghadap wastafel dan sedikit merasa cemas oleh keadaan yang tengah dihadapi ini. Setelah dirasa-rasa, sudah beberapa hari belakangan ini Rose tak bisa merasa tenang. Dia kerap sekali geLianah, sebab sesuatu yang merasuki pikiran itu tentu membuat banyak tanda tanya cukup sulit dipecahkan. Sudah beberapa kali Rose meminta pada diri sendiri untuk tidak terus berpikir yang aneh-aneh, tetapi sama saja. Dia malah semakin menjadi-jadi dan rasa di hati menghantamkan bagian batin, tepat sekali mentalnya itu merasa tidak baik-baik saja. “Kenapa akhir-akhir ini aku sering geLianah? Khawatir, seperti ada sesuatu yang ingin mengancam. Sepertinya aku benar-benar dalam keadaan yang tidak tenang,” ucap Rose dengan sedikit mata berkaca-kac

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD