Berbekal kesepakatan antara Tyo dengan kedua adik laki-lakinya, Budi dan Wira. Tyo akhirnya membeli tiket penerbangan pertama ke Paris keesokan harinya. Anggap saja kesepakatan meski nyatanya Tyo memutuskan dengan seenak jidatnya sendiri sehingga Budi dan Wira tidak bisa menolak. Keputusan mutlak dari sang pimpinan tertinggi Sampoerna Group. Yang mau tak mau harus dipatuhi oleh kedua adiknya yang posisinya lebih rendah. "Jadi adik itu harus rela membantu kakak tertua ya, Bro!" Tyo terkikik geli saat mengingat raut muka Budi dan Wira tadi pagi. Saat dirinya menunjukkan booking tiket dan berpamitan pergi ke bandara. Pergi meninggalkan Indonesia dengan segala keruwetan tentang pekerjaan di perusahaan Sampoerna. Tyo tidak menghiraukan protes dari kedua adiknya karena jadwal yang terlalu

