"Nona ada di dalam Tuan! Apa saya harus menjemputnya, atau membiarkannya saja, hingga Nona keluar sendiri?" tanya Yoga setelah sampai di depan kedai baso yang Kinan kunjungi. "Tunggu saja di sini! Beritahu kalau kita menunggunya! Alvaro menjawab dengan terus menatap kedai itu. Yoga mengangguk, lalu meraih ponselnya untuk memberitahu Nona-nya. 'Sebenarnya, siapa suaminya sih? Perasaan aku terus yang hubungin Nona terus. Padahal dia kan suaminya!' Yoga menggerutu dalam hati, sambil mengawasi sekitar kedai baso yang terlihat ramai itu. Setelah berhasil mengirim pesan, Yoga kembali menaruh ponselnya di kantong jasnya. Tidak sampai dua menit, Kinan terlihat keluar dari kedai. Pandangannya terlihat menyapu ke segala arah. Hingga dia menemukan mobil suaminya. Bahkan Yoga juga keluar dari mo

