"Sayang ...!" Alvaro berdiri dan menunduk mengelus perut Kinan, "Ka-kau mau melahirkan Sayang!" "Kalian sudah siapin baju bayi belum?" tanya Nyonya Dewi. Kinan hanya menggeleng, dan Alvaro mulai menggendong istrinya untuk di bawa ke dalam mobil. "Pakai sopir Al! Biar Mama sama papa telepon Alex untuk mengantar kami," teriak Nyonya Dewi saat putranya sudah melangkah jauh. "Ma, bawakan ponsel dan dompetku, aku taruh di atas meja kamar!" Alvaro berhenti dan berbalik untuk bicara kepada mamanya. "Iya, kamu hati-hati!" seru wanita paruh baya itu, menatap cemas kepada putranya yang sudah keluar. Rintihan kesakitan semakin membuat Alvaro tak bisa tenang. "Pak, tambah kecepatan biar kita segera sampai!" Alvaro memberikan perintah kepada sopirnya. "Di depan macet Tuan, maafkan saya kalau t

