"Aku tahu kamu pasti masih bingung kan? Jangan dipahami! Biarkan aku membuktikan keseriusan cintaku padamu." Alvaro melonggarkan pelukannya, lalu menundukkan wajahnya hingga sejajar dengan perut istrinya yang besar. Kecupan singkat beberapa kali mendarat di sana. Membuat Kinan akhirnya tersenyum meski hatinya masih ragu. "Kau mandi dulu, akun akan ke apartemen untuk mengambilkan perlengkapanmu!" Kinan menahan tangan suaminya yang sudah akan pergi. "Jangan! Besok saja. Lagi pula di koperku ada baju yang masih bisa dipakai." "Benarkah?" Kinan mengaguk yakin sebagai jawaban. "Kalau begitu, kamu mandi dulu saja. Setelah selesai, baru aku yang mandi," ucap Alvaro melepas pelan tangan Kinan yang mencekal lengannya. "Boleh minta tolong?" tanya Kinan menatap lembut ke arah suaminya. "Apa?"

