26.

1363 Words

Satu jam kemudian, Kinan bangun dari tidurnya, matanya sedikit sayu karena kelamaan menangis. Dia duduk di atas ranjang bersandar dengan mata masih terpejam. Kepalanya berdenyut nyeri, mungkin karena semalam kurang tidur ditambah kondisi hati juga pikirannya hari ini membuat perempuan cantik itu mengalami sakit kepala. Perlahan ia bangkit dari tempat ternyamannya. Tujuannya salah dapur. Sudah lewat jam makan siang, membuat perutnya minta diisi. Tapi dia terlalu malas untuk membuat makanan. Maka terlintas dalam pikiran Kinan, kalau dia akan memakan buah saja yang ada di kulkas. Kakinya menuruni anak tangga dengan pelan, suasana apartemen yang mewah membuat Kinan sedikit takut. Karena selain dirinya, dia tidak punya teman untuk berbagi. Bahkan dia sepeti burung dalam sangkar. Kinan menga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD