"Astagaa !!!" pekik Nathan. Tak lupa menutupi matanya dengan kedua tangan. "Woi, ini rumah sakit, bukan motel tempat -naik naik ke puncak gunung-." ***** Nathan masih menutup kedua matanya dengan tangan. Sementara Dylan dan Lexa yang kepergok sedang b******u dengan sangat panas di atas ranjang terkejut. Lexa segera membenarkan baju pasiennya yang sedikit terbuka karena -ulah- tangan Dylan. Dylan mendengus kesal. Melempar tatapan ingin membunuh pada Nathan. "Heh bego. Lo selama 3 tahun ini tinggal di hutan ? Mau masuk itu ketuk pintu dulu. Main nyelonong aja." Dylan mengomel. Menuruni ranjang Lexa dan kembali duduk di kursi. "Udah Nath, lo boleh buka mata." Kini Lexa berkata. Masih pelan. Menurut, Nathan menurunkan kedua tangannya. Melihat Lexa kini sudah terduduk dengan selimut yang

