27. Another Palace

1079 Words

"It's not a house." Lexa masih menggumam. Terlebih saat melihat interior rumah Dylan. "It's not. It's not angka house. It's a hell for me dressed like a house." Dylan menyahuti ucapan Lexa. **** "Kamu tinggal di rumah ini sama mama kamu doang ?" Tanya Lexa sambil masih mengedar pandang ke sekeliling ruang tamu. Dylan sekarang sedang menutup pintu rumahnya. "Gak, mama tinggal sendiri disini." Jawab Dylan, kembali membawa Lexa dalam genggaman tangannya. "Pantesan mama kamu ngotot banget supaya kamu cepet nikah. Mama kamu kesepian Dylan." "Kesepian apaan ? Mama hampir tiap hari ngadain acara sama grup-nya. Juga disini ada selusin asisten rumah tangga yang siap nemenin mama." Lexa mengangguk. "Terus kamu tinggal dimana kalo gak disini ?" Tanya Lexa bingung, namun menampilkan wajah polos

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD