DPD-9

1152 Words

Taman memang salah satu tempat favorite Daisha. Gadis itu kini memamerkan senyum merekahnya yang jarang dilihat orang banyak. Tangannya ia rentangkan menikmati udara yang bersih dan menyejukan. Kekeselannya pada Daffa tergantikan dengan semangkuk es krim vanilla yang kini berada ditangannya. Peryataan cinta dari Daffa tadi, merupakan salah satu penipuan dari pria itu. Untung saja Daisha tak memeliki riwayat penyakit jantung, bisa-bisa ia mati muda sebelum merasakan malam pertama. "Suapin gue dong, Dai?" rengek Daffa yang kesekian kalinya. Tapi hanya dianggap angin lalu oleh Daisha. Ia masih kesal dengan candaan yang hampir memberhentikan kerja jantungnya. "Ya ampun Dai, lo masih marah? Udah gue traktir es krim lagi," sahut Daffa kesal. Bagaimana tidak kesal, ia sudah mengantri selama ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD