Kiana dan Naufal sudah sampai di kedai bibi Ling, Naufal langsung pamit dia tidak berhenti disini karena memang dia harus segera ke kantor ada hal yang harus dia selesaikan. Naufal memang ada rapat sebentar lagi dan dia tidak terbiasa telat datang di meeting seperti itu. dia terbiasa datang tepat waktu karena dia selalu menghargai setiap waktu yang ada.
"aku langsung aja ya ?" ujar Naufal.
"iya mas, hati hati di jalan" ucap Kiana.
"nanti pulang aku jemput" ujar Naufal.
"nggak usah mass Kiana bisa saja sendiri" ucap Kiana.
"aku nggak Nerima penolakan" ujar Naufal.
setelah mengatakan hal itu kini Naufal langsung pamit untuk segera berangkat ke kantor. Kiana hanya bisa mengangguk dia tidak bisa menolak keiinginan Naufal, entah apa yang terjadi hingga dirinya bisa seperti ini tapi dia berharap ini keputusan yang tepat baginya, dia tidak ingin salah jalan karena sudah memilih jalan ini.
Kiana langsung masuk ke dalam kedai, dia langsung bertemu dengan bibi Ling dia meminta maaf karena mengambil hari liburnya kemarin. Kiana mengatakan jika dia bahkan belum membenarkan rumah dan kini menginap di rumah teman.
bibi Ling mengatakan jika hal itu tidak masalah yang penting peristiwa itu tidak menimbulkan dia terluka. Kiana ingat waktu itu Naufal yang menolongnya, jika tidak ada Naufal entahlah Kiana tidak tau akan Kemana lagi dirinya.
Kiana ingin menengok rumah miliknya, dia takut rumahnya roboh karena angin kencang beserta hujan, terakhir kali melihat saja sudah sangat memperihatinkan apalagi sekarang coba? Kiana tidak habis pikir lagi dia akan dapat uang dari mana untuk membenahi rumah nya itu.
Kiana kini mengeyahkan pikirannya, dia harus fokus bekerja dia tidak ingin salah dan Buyar lagi pikirannya karena takut salah atau ada yang jatuh piring yang dia bawa itu.
"Kiana, untuk nomor 7" ujar bibi Ling dan Kiana langsung menuju ke sana dan mengambil pesanan yang sudah jadi.
dia mulai bekerja seperti biasanya dia tidak akan pernah lelah karena dia senang dengan apa yang sedang dia kerjakan saat ini. apapun yang terjadi Kiana tidak malu yang penting pekerjaan apa yang dia lakukan adalah hal yang baik dan dia juga tidak mencuri kenapa dia harus malu bekerja seperti ini? Kiana tidak pernah malu dengan segala hal yang dia lakukan.
***
Naufal sudah ada di dalam ruangan, Naufal menyiapkan segala berkas yang dia butuhkan untuk rapat pagi ini. sekretaris nya sudah siap mendampingi Naufal ketika bekerja. Naufal memng mengerjakan sekretaris laki laki ketika bekerja, dia hanya tidak ingin membuat konsentrasi buyar dan banyak hal lain lagi jika dia mempekerjakan sekretaris wanita dia hanya tidak ingin membuat nanti istrinya akan salah paham dengannya suatu saat nanti jika dia sudah berkeluarga.
"sudah siap semuanya dam?" tanya Naufal.
"semuanya sudah siap, rapat di mulai sebentar lagi pak" ujar Adam pada Naufal.
Naufal kini menganggukkan kepalanya, mereka langsung keluar ruangan menuju ruang meeting. Adam orang yang baik, sudah lama mereka menjadi patner kerja seperti ini tapi belom ada hal yang memang membuat Naufal kecewa Dengan kinerja yang sudah di lakukan oleh Adam. Adam anak yang rajin dan teliti, Naufal sangat puas dengan kinerja yang Adam lakukan.
Naufal sudah di dalam ruangan dan kini mulai untuk meeting, mereka semua secara khidmat melakukan meeting tersebut.
meeting berjalan lebih dari satu jam, kini Naufal kembali ke ruangan miliknya dan dia terkejut dengan kedatangan Dinda disini. Dinda datang tiba tiba dan bahkan tidak ada pemberitahuan sedikitpun. hal ini kadang menjadi hal yanh tidak di sukai oleh Naufal, Dinda terlalu memang dia seaakan akan memposisikan memiliki kedudukan yang tinggi disini hingga dia bisa seenaknya seperti ini. mungkin Naufal harus mengatakan kepada bawahannya agar ketika Dinda datang mereka tidak memperbolehkan Dinda masuk ke dalam ruangannya itu.
"ada apa?" tanya Naufal yang duduk di sofa agak jauh dari Dinda.
kini Dinda berdiri lalu mendekatkan duduknya di samping Naufal. entah apa yang akan Dinda lakukan lagi hal ini tidak akan membuat Naufal terangsang ataupun mengubah apapun yang terjadi antara mereka berdua.
"mas kok gitu si? padahal juga biasanya begini" ujar Dinda cemberut.
Naufal muak, kini drama apalagi yang akan Dinda mainkan di depannya. dia selalu bertingkah manja dan seakan akan dia tidak pernah melakukan kesalahan apapun pada dirinya padahal kenyataannya Dinda sangat bersalah hingga membuat semuanya terasa sangat rumit.
Dinda dia penuh dengan strategi apallagi dia memiliki dekengan yaitu Calista. Dinda selalu menggunakan Calista dalam hal mendekati dirinya apapun itu dia selalu meminta bantuan Calista, kini Naufal yang belum cukup bukti hanya bisa diam dia tidka bisa langsung menyerang Dinda dengan bukti yang belum kuat.
Naufal hanya ingin memberi tahu mamahnya jika selama ini dinda itu tidak seperti apa yang dia lihat, wanita itu licik dan akan melakukan segala hal demi apa yang diinginkan dirinya.
"mas, nanti malam di rumah ada pesta ulang tahun mamah" ujar Dinda.
"aku lagi sibuk di " ujar Naufal.
"yahh masa ga bisa datang mas? disuruh mamah papah loh" ujar Dinda.
"maaf ya, nanti aku kirim kado aja kesana" ucap Naufal.
Dinda kesal kenapa Naufal kini selalu menolaknya, dia akan mencari tau apakah kini Naufal masih saja berhubungan dengan wanita pelayan atau tidak. Dinda tidak habis pikir kenapa Naufal seleranya padahal seperti itu nanti Dinda akan langsung membawa calista dan dia yang akan mengatakan jika Kiana lah yang merebut Naufal dari dirinya.
Calista yang akan membantu dirinya untuk mendapatkan Naufal, Dinda tau pasti Calista akan marah besar jika dia tau bahwa Naufal berhubungan dengan wanita pelayan. dinda tau Calista sangat berharap jika Naufal bersamanya dan hal ini menjadi hal yang paling penting karena memang dia mendapat dukungan penuh dari keluarga Naufal.
"mas!!! masih sama pelayan itu ya?" tanya dinda.
Naufal kini mengangkat kepalanya dan kini menatap dinda. entah kenapa Naufal kesal dengan ucapan dinda yang seakan akan mengejek Kiana ini. kenapa memang dengan pelayan? toh Kiana pelayan yang kerja di tempat makan? tidak ada yang salag dengan pekerjaan itu semuanya halal dan bahkan dia melakukan segala kerjaannya dengan sangat baik. naufal juga tidak masalah jika Kiana bekerja menjadi pelayan karena nanti ketika Naufal dan Kiana menikah juga dirinya akan meminta Kiana untuk berhenti bekerja dan akan selalu menemaninya kemana pun dia mau. Naufal akan membuat Kiana menjadi orang yang sangat bahagia apapun itu akan dia lakukan.
bersambung