Alexandria menggeliat merasa bahwa tidurnya sudah tidak senyaman tadi. Ia merasakan seluruh beban tubuhnya jatuh pada tubuh seseorang. Alexandria membuka matanya dan menatap wajah Sean yang masih tertidur lelap. Saat wanita itu ingin menggerakan tubuhnya, tangan kokoh milik Sean menahannya. “Stay, Al.” Pria itu bergumam dan semakin merekatkan tubuh mereka. Alexandria mengulum senyumnya. Ia melihat wajah Sean yang sepertinya kembali tertidur. Tangan wanita itu diulurkan ke sepanjang pinggang Sean dan membuat pelukan mereka semakin rekat. Alexandria menemukan kenyamanan dalam pelukan itu. Dering ponsel Sean di nakas samping tempat tidur, tidak dipedulikan oleh mereka. Namun, semakin lama Alexandria semakin terganggu. Maka, ia bangkit dari tidurnya, bersusah payah melepaskan pelukan Sean.

