Alexandria tetap memikirkan apa yang sudah ia katakan pada Kenneth tadi pagi. Layar kosong yang seharusnya ia isi dengan pekerjaan kantornya, tetap tidak mampu membuatnya untuk tersadar dari lamunannya. “Alexandria?” Suara Raff ternyata mampu menyadarkannya. Ia langsung berdiri dan berhadapan langsung dengan pria itu. “Bagaimana naskah yang kau periksa?” Alexandria dengan gesit menyerahkan apa yang diminta oleh Raff. Ia bisa bernapas lega karena sudah memeriksa naskah tersebut kemarin malam. “Kau disuruh menambahkan komentar?” Alexandria mengangguk dengan mantap. “Bagaimana menurutmu?” tanya Raff seraya membaca sekilas tulisan yang ada di naskah itu. “Keseluruhan isinya mendekati sempurna. Kata-kata yang tajam dan bermakna, and well, you’re gonna like that,” ucap Alexandria yang mem

