Kebebasan

922 Words

Alessandro pergi mencari April. Gadis itu sedang berada di kamarnya, tampak sangat gembira sembari menyelesaikan tatanan rambutnya ketika Alessandro tiba. Ia terlihat seperti anak kecil saking bersemangatnya. Tadi malam April hampir tidak bisa tidur karena rasa antusiasnya. Alessandro menyadari hal ini karena April banyak bergerak dan juga membuatnya tidak bisa tidur. "Sudah siap?" Tanya Alessandro. "Sudah. Kita berangkat sekarang?" Alessandro menggelengkan kepalanya. "Kita makan dulu. Memang agak terlalu awal, tapi nanti kita tidak akan bisa berhenti di perjalanan. Jadi, kita makan sekarang, lalu berangkat." "Baiklah." Alessandro mengulurkan tangannya kepada April dan berkata, "Kalau begitu, ayo." April menerima uluran tangan Alessandro. Sambil berjalan menyusuri koridor, ia bertan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD