April dan Alessandro tetap berada di pantai hingga matahari terbenam. Mereka duduk di atas pasir saat matahari mulai terbenam. April terkesima melihat warna-warna indah matahari terbenam yang terlukis di atas lautan, perpaduan antara warna jingga, kuning, dan ungu. Matahari perlahan-lahan bersembunyi di cakrawala seakan tenggelam ke dalam air. Pemandangan itu begitu indah. Ia tak dapat memalingkan wajahnya hingga matahari benar-benar tersembunyi. Pemandangan yang penuh warna itu menghilang dan tak terlihat sama sekali seolah-olah itu hanya sebuah ilusi. Alessandro melihat kekecewaan di wajah April dan bertanya padanya. “Ada apa, apa kamu tidak menyukai matahari terbenam?” Dia menggelengkan kepalanya. “Sebaliknya, aku sangat menyukainya, tapi sayang sekali sudah berakhir.” Alessandro be

