32

1105 Words

"Permisi Nyonya, ada tamu." Naka yang semula tengah asyik menonton televisi sembari mengelus rambut Vanila pun menengok ke samping.    "Siapa bi?" Tanya nya.    "Nyonya Aira," Naka mengangguk lalu meminta agar Aira disuruh masuk saja.    "Mbak," sapa Aira mengecup pipi kanan kakak iparnya itu.    Alisnya mengernyit saat melihat seorang gadis yang tengah tertidur di pangkuan Naka, "Alice? Bukannya lagi di Belanda?"   Naka menggeleng dengan menempelkan jari telunjuk di bibir pada Aira yang sudah duduk di sampingnya, "bukan. Ini Vanila," balasnya.    Aira mengangguk. Ia memperhatikan secara seksama gadis yang terlelap dalam pangkuan Naka. Ia membungkam mulutnya dengan mata yang membulat sempurna, "Ale," gumamnya.    Naka tersenyum tipis, tangannya setia mengusap pelan puncak kep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD