24

1033 Words

"Apa-apaan ini?" Bentak Max melemparkan map dari Sean ke atas meja apartemen Sean.   Tadi setelah makan siang yang berakhir canggung, semua orang yang ada disana memutuskan untuk berkumpul di apartemen Sean sesuai dengan permintaan pria itu.   Dan sesampainya disana, Sean langsung melangkah ke ruang kerjanya lalu menyerahkan map yang sudah lama di simpannya pada sang ayah.   "Max," tegur Gandha agar Max lebih mengontrol emosinya.   Sean tak bergeming di tempatnya. Perasaannya bahkan masih berkecamuk mengingat apa yang dilihat di restoran tadi. Untung saja ada Vanila yang setia menenangkannya. Jika tidak, sudah pasti ia akan sama meledaknya dengan Max.    "Ini bukan sesuatu yang sepele Ga. Putra ku sendiri menyelidiki istri ku tanpa memberi tahu ku. Dan hasilnya— astaga, aku meras

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD