"Nantika.." "Maaf?" Max tersentak dari lamunannya saat suara lembut menyapu gendang telinganya. Ia menggeleng pelan lantas tersenyum lembut menatap gadis cantik yang masuk bersama sekretarisnya itu. "Ah tidak, silahkan masuk miss. Jangan sungkan, Ken tolong siapkan minum untuk kami," ujar Max yang diangguki oleh Ken. Pria itu bahkan langsung berbalik meninggalkan ruang atasannya. "Terima kasih," gumam Vanila yang masih di dengar oleh Max lantas duduk di hadapan atasan barunya itu. "Senang bertemu dengan mu miss, saya dengar anda mahasiswa berprestasi di universitas. Sungguh kehormatan bagi kami memiliki anda disini saat ini," Vanila tersenyum mendengar sapaan ramah dari pemilik perusahaan impiannya ini. Ia tak menyangka akan semenyenangkan ini memasuki gedung Crovplt.

