Juda pikir, Grita akan bersikap seperti Grita yang biasa. Sinis dan arogan terhadap Juda. Bahkan, Juda pun sudah mempersiapkan diri—menabahkan hati dan menerima apa pun respons dari Grita—jika Grita akan semakin membenci dirinya. Namun, detik demi detik berlalu. Lama sekali Grita hanya diam. Sementara Juda dan Danis mulai tampak resah melihat keterdiaman Grita. Bukan. Mereka berdua bukan sedang mengkhawatirkan respons dari Grita setelah Grita menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya terjadi, tetapi mereka lebih mengkhawatirkan kondisi wanita itu. "Grit, are you okay?" tanya Danis hati-hati. Grita yang tadinya memandang lurus ke luar jendela, mengabaikan atensi Danis dan Juda yang tertuju padanya, mengembalikan fokus pada kedua orang di depannya. "Jadi, apa yang lo berdua harapkan dari

