BAB 43. Protective Brother

1169 Words

Kedatangan Juda yang tanpa pemberitahuan membuat Haikal langsung menebak jika ada sesuatu yang terjadi. Juda hanya akan mencari Haikal atau Ghani lebih dulu saat sedang ada masalah. Dan tampaknya, masalah yang sedang Juda alami itu cukup serius karena ekspresi yang ditunjukkan Juda dan mata adik kesayangannya memerah seperti habis menangis. Ah, bukan. Juda memang habis menangis. Haikal tahu betul. "Ju, kok nggak telepon Abang dulu?" "Abang lagi nggak bisa diganggu ya?" Juda malah balik bertanya. Haikal yang hanya mengenakan celana kolor dan singlet—pakaian sehari-harinya saat sedang di rumah dan tidak bekerja—itu berdecak. "Barusan Abang kalah main game gara-gara kamu gedor-gedor pintu kayak rentenir nagih utang." "Aku mau nginep sini," balas Juda mengabaikan sindiran Haikal. Haikal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD