DELAPAN, NAUGHTY BOYFRIEND

1171 Words
Happy Reading . . "A true friend is, when we have a problem they came to help resolve. not going to leave." . . . 'Author Pov' Aksa dan Aileen melihat semuanya dari kejauhan, ingin sekali Aileen membantu Alecia saat sedang di labrak oleh Cindy CS, tetapi ia urungkan karena tidak diperbolehkan Aksa. Aksa yakin Alecia akan baik-baik saja, karena ada Raefal yang sedang menyusulnya. Semua perdebatan antara Raefal dan Alecia pun, Aksa dan Aileen hanya bisa melihat dan mendengar dari kejauhan. Mereka tidak ingin ikut campur tangan, karena sahabatnya sendiri pun belum meminta bantuan kepadanya. "Sa. Kasihan Alecia tau." ucap Aileen yang pandangannya masih menatap ke pergian Alecia. Aksa mengusap lembut puncak kepala Aileen, pacarnya ini sedikit sensitif kalau sudah menyangkut sahabat kesayangannya, Alecia. "Kamu tenang aja. Nanti aku bakalan cari tau, kenapa mereka sampe kayak gitu." Aileen hanya menghembuskan nafasnya lega, ia beruntung sekali mempunyai Aksa yang bisa menenangkannya di saat seperti ini. "Oh iya, sifat Raefal juga beda tau. Kamu tau, kenapa?" Aksa menggigit bibir bawahnya. Aksa takut kalau Aileen marah padanya. Sedangkan Aileen pun mendongakkan kepalanya menatap Aksa yang sekarang tampak bingung. "Kamu kenapa? Ada yang kamu sembunyiinkan dari aku?" Aksa tidak pandai berbohong kalau dengan Aileen, setiap Aksa ingin berbohong selalu ketahuan. "Oke aku gak jago kalo bohong sama kamu. Aku mau ngomong ini jujur sama kamu, tapi jangan marah ya?" pinta Aksa. Aileen mengangguk kecil lalu tersenyum menatap Aksa. Pacarnya ini tidak pandai berbohong, itu menjadi kebahagiaan Aileen tersendiri. "Raefal suka sama Alecia." Mata Aileen membulat sempurna karena kaget dengan perkataan Aksa. Aileen tidak percaya kalau Raefal menyukai Alecia. Sedangkan sikap dan tatapan Raefal saat pertama kali bertemu Alecia seperti membenci Alecia. "Kamu bohong kan? Udah lah Sa, gak usah bohong sama aku." Aileen mencoba untuk membenarkan perkataan Aksa. "Aku gak bohong sayang sama kamu. Raefal sendiri yang bilang ke aku. Lagian kamu tau, kalo aku gak bisa bohong sama kamu." jawab Aksa meyakinkan Aileen yang sama sekali tidak percaya. "Tapi kan, waktu mereka baru ketemu. Coba deh kamu inget, sikap sama tatapan Raefal ke Alecia itu seakan-akan benci Sa." Aileen masih belum percaya, mana mungkin ada orang seperti itu. Di saat pertama kali bertemu, sikap dan tatapannya seolah membenci perempuan itu, sedangkan hari berikutnya laki-laki itu sudah jatuh cinta pada perempuan itu begitu saja. "Iya aku tau. Tapi kamu juga inget kan kejadian di cafe kemarin? Kamu juga pasti udah tau kan kalo Raefal nyium Alecia." Aksa masih berusaha meyakinkan Aileen. "Jadi, Raefal beneran nyium Alecia?" tanya Aileen sedikit ragu, karena dari awal Aileen tidak percaya kalau Raefal sudah mencium Alecia tanpa seizin Alecia. "Iya, dari situ Raefal mulai suka sama Alecia. Dan dia..." Aksa sengaja menggantungkan ucapannya, karena sedikit ragu. "Apa?" tegur Aileen yang merasa penasaran. Aksa menatap Aileen seolah-olah 'jangan marah kalo aku udah bilang ini ya, Ai' Aileen pun seolah-olah mengerti tatapan Aksa. Aileen menganggukkan kepalanya lalu tersenyum. "Raefal minta bantuan aku, supaya dia bisa deketin Alecia." lirih Aksa tetapi masih terdengar jelas di telinga Aileen. Aileen menggelengkan kepalanya tidak setuju. Aileen yakin Raefal tidak cocok untuk Alecia setelah apa yang di perbuatnya. Aileen tidak akan membiarkan sahabatnya menjadi korban patah hati untuk kedua kalinya. "Gak. Aku gak izinin kamu buat bantuin Raefal supaya bisa deketin Alecia!" "Tapi Ai? Dia sahabat aku loh." Aksa mencoba membujuk Aileen. "Yaitu terserah kamu. Kamu pilih Raefal atau Aku. Kalo kamu pilih Raefal jangan sesekali kamu nemuin aku!" Aileen tetap tidak akan membiarkan sahabatnya patah hati. Sekali pun kalau Aksa meninggalkannya hanya untuk membela Alecia. "Kok kamu gitu sih? Kamu gak kasihan sama Raefal?" "Apa kamu juga gak kasihan sama Alecia? Dia cewek loh. Hati cewek itu mudah rapuh Sa!" "Ya, oke. Tapi aku melihat perubahan sikap Raefal setelah dia ketemu sama Alecia. Raefal mulai meninggalkan kebiasaan buruknya Ai. Aku mohon, kali ini aja." Aksa tetap membujuk Aileen supaya memperbolehkannya membantu Raefal mendekati Alecia. "Tapi Sa. Aku gak mau kalo sampe Alecia patah hati untuk kedua kalinya." lirih Aileen dengan menundukkan kepalanya. Entah Aileen saat ini pusing, antara memperbolehkan Aksa membantu Raefal, atau tidak memperbolehkan Aksa supaya Alecia tidak patah hati lagi. Aksa menarik dagu Aileen untuk menatap wajahnya. "Aku akan pastiin kalo Alecia gak akan patah hati lagi. Aku janji, Raefal akan selalu jaga hati Alecia. Lagian kalo patah hati itu ya harus dicariin penggantinya, biar bisa move on." Aileen menghembuskan nafasnya pelan. Menatap wajah Aksa yang saat ini tersenyum kearahnya. Mungkin benar apa yang dikatakan Aksa. Kalo patah hati itu harus dicariin penggantinya supaya bisa move on. Tapi, Alecia tetep tidak akan bisa move on walaupun sudah ada penggantinya. Aileen tersenyum. "Oke, tapi jangan sampe ngecewain!" Aksa pun menganggukkan kepalanya dengan semangat, lalu menggandeng tangan Aileen untuk mengantar Aileen ke kelasnya. Baru berjalan dua langka saja ada yang memanggil Aileen. "Aileen." Aileen menoleh kearah suara. "Ada apa Kyla?" "Lo ditungguin dari tadi sama anak-anak dance." "Emang kenapa? Gak ada latihan kan?" "Ada rapat dadakan di sanggar. Katanya mau ngomongin soal prom night buat ngisi acara kelas 12." Aileen sama sekali tidak tahu kalau ada prom night untuk pelepasan kelas 12. "Sa, emang ada prom night ya? Buat pelepasan kelas 12?" "Katanya sih ada, sayang. Aku juga belom pastiin sih." "Ya udah jangan sayang-sayangan mulu cepet ngikut gue, semua orang udah ngomel nungguin lo." Kyla pun berlari dengan menyeret tangan Aileen paksa. Sedangkan Aileen hanya melambaikan tangannya untuk berpamitan dengan Aksa. Aileen dan Kyla sudah sampai di sanggar dance sekolah. Dengan nafas yang masih memburu Aileen dan Kyla masuk kedalam. Sedangkan yang lain sudah mengomeli Aileen karena terlalu lama. "Lama banget sih, karatan gue nungguin lo Ai." omel Rena, dan di sahuti oleh beberapa teman yang lainnya. "Lah gue mana tau kalo ada rapat. Lagian mendadak banget sih." Aileen berusaha membenarkan nafasnya. "Eh, gue udah bilang di grup Line 2 jam yang lalu Aileen." ucap Rena. "Emang iya? Kok gue gak tau sih." Aileen hanya nyengir kuda. "Lagian, masih pagi pacaran mulu sama kak Aksa." ledek Kyla dengan menyenggol lengan Aileen pelan. "Udah sekarang bahas apa nih? Jangan mojokin gue mulu, sorry kali." Aileen berusaha mengalihkan pembicaraan supaya dirinya tidak dipojokkan terus oleh teman dancenya. Semua sedang duduk di dalam sanggar dance. Membahas ini dan itu. Di dalam juga sedang ada pertukaran pendapat untuk konsep acara prom night. "Eh iya, kita kurang 1 anggota lagi nih." ucap Yehana. Membuat semua tampak berpikir untuk mencari anggota baru. "Eh iya, gue lupa Ye. Tapi siapa yang bisa kita ajak ya. Anak yang gak kaku, dan gampang hafal koreo. Karena waktu kita gak lama." sahut Nana selaku leader dance. "Gue tau mau ngajak siapa." Aileen mengangkat tangannya. Membuat semua anggotanya tersenyum senang. "Gue mau ngajak Alecia. Anak baru itu." Semua diam mendengar ucapan Aileen. Mereka bahkan belum mengenal Alecia sama sekali. "Gue kenal kok siapa Alecia. Dia itu jago dance, dan suaranya beuh bagus banget." lanjut Aileen saat melihat tidak ada tanggapan dari teman-teman lainnya. "Oke deh, ntar abis istirahat lo ajak ke sanggar. Karena sekarang udah mau masuk." ucap Nana mengakhiri. Semua pun berdiri dan pergi menuju kelas masing-masing. °°°°° Kolom Vote dan Komentar dibawah ya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD