Perempuan berkerudung itu melangkah masuk dengan menyempatkan mengetuk pintu kamar Adam membuat anaknya yang sedang merapikan buku sekolahnya pun sontak menoleh ke belakang. "Mama masuk, boleh?" Tanya Metta dengan tersenyum, masih berdiri di ambang pintu. Adam mengangguk mempersilahkan masuk sembari ia bergerak kecil duduk menghadap mamanya kini. "Gimana sekolahnya tadi, gurunya baik-baik kan? Adam sudah dapat teman ya? Oh iya, maafin mama tadi lupa bikin kamu bekal sama kasih uang jajan. Sama pelajarannya gampang apa susah, nanti kalau susah mama bisa bantu." Tanya Metta beruntun membuat Adam menghela samar, "satu-satu mah, nanyanya." Balas Adam menipiskan bibir buat Metta tersenyum saja baru sadar. "Guru-gurunya baik, teman Adam baru Syahir sama Syaqila. Kalau soal bekal tadi Adam ma

