“Wah! Pantai!” Gio berseru, setelahnya berlari menuju pantai, membuka sepatu bersiap menunggu ombak yang datang ke arahnya. “Aaakkk!!! Dingin!” Jenara tersenyum tipis melihat senyuman lebar sang putra. Hatinya menghangat, bahagia melihat anaknya bisa tersenyum lebar seperti itu. Angin menerpa wajah Jenara, menerbangkan rambutnya yang tergerai. “Indah.” “Hm?” Jenara menoleh pada Jeremy yang tengah menatapnya. “Pantainya sangat indah.” Jenara mengangguk kecil, lalu mengalihkan pandangannya lagi ke arah Gio. “Memang.” Ditambah dengan jingga yang mewarnai langit, dan putihnya awan yang menambah warna. Jenara tersenyum tipis. Melihat betapa indahnya air laut yang bercahaya bersamaan dengan riak gelombangnya. “Kenangannya juga sangat indahkan?” Jenara terdiam. Memang… memang benar. Ke

