14. Bullying

1209 Words

Samuel menekan perutnya yang terasa ngilu, pukulan Ayana tidak main-main. Walau memang Samuel pernah mendapatkan yang lebih dari itu tetap saja rasa menyakitkan. Apalagi ini yang memukulnya Ayana. Dengan menekan perutnya Samuel berjalan tertatih keluar. Ia mengabaikan sapaan sekretarisnya. "Ayana," panggil Samuel. Berharap gadisnya mau berhenti, setidaknya mendengar sedikit penjelasan darinya. Namun, bukannya berhenti Ayana malah dengan panik menekan tombol lift. Samuel mempercepat langkahnya, tinggal selangkah lagi tapi pintu lift lebih dulu tertutup. "Damn it!" umpatnya keras. Ingin sekali menonjok pintu lift, tapi percuma. Yang ada tangannya sakit sendiri. Ia berbalik badan dan melangkah menuju sekretarisnya. Semua semakin tak terkendali. Ini di luar perkiraannya. Tangannya mengep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD